Kota Bima Luncurkan Tracing TBC Terintegrasi Cek Kesehatan Gizi Gratis, Kelurahan Paruga Jadi Lokus Pertama dari 27 Titik

Kota Bima (Jum'at, 7 Agustus 2026) — Dinas Kesehatan Kota Bima resmi meluncurkan kegiatan Tracing Tuberkulosis (TB) yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) se-Kota Bima. Kelurahan Paruga merupakan lokus pertama dari total 27 lokus yang akan dilaksanakan di seluruh wilayah Kota Bima, dengan kegiatan peluncuran dipusatkan di Aula Kantor Kelurahan Paruga.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Lurah Paruga, yang menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Kelurahan Paruga sebagai lokasi perdana pelaksanaan program ini, sekaligus mengajak warga untuk aktif berpartisipasi demi keberhasilan deteksi dini TBC di lingkungan mereka.

Acara kemudian dilanjutkan dengan arahan sekaligus peluncuran resmi program oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima, Ahmad, S.Sos., M.Kes. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan menegaskan pentingnya integrasi antara program penanggulangan TBC dengan pemeriksaan status gizi masyarakat.

"Tracing TBC yang kita integrasikan dengan Cek Kesehatan Gizi Gratis ini merupakan langkah strategis, karena TBC dan masalah gizi seringkali saling berkaitan. Orang dengan status gizi kurang lebih rentan terinfeksi TBC, begitu pula sebaliknya, penderita TBC berisiko mengalami penurunan status gizi. Dengan pendekatan terintegrasi ini, kita bisa menangani dua persoalan sekaligus secara lebih efisien," ujar Ahmad.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat serta lintas sektor demi suksesnya program ini di seluruh Kota Bima.

"Kelurahan Paruga menjadi lokus pertama dari 27 lokus yang akan kita jangkau se-Kota Bima. Saya berharap program ini bisa berjalan lancar di setiap lokasi, dan yang terpenting masyarakat mau berperan aktif memeriksakan diri, karena penemuan kasus TBC secara dini adalah kunci utama untuk memutus mata rantai penularan," tambahnya.

Setelah sesi peluncuran resmi, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai Tuberkulosis (TBC) kepada warga yang hadir, mencakup penjelasan tentang gejala, cara penularan, serta pentingnya pengobatan tuntas bagi penderita TBC. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta pengambilan sampel dahak bagi peserta yang terindikasi sebagai suspek TBC, sebagai bagian dari upaya penegakan diagnosis lebih lanjut.

Program Tracing TBC terintegrasi CKG ini merupakan bagian dari komitmen Dinas Kesehatan Kota Bima dalam mempercepat eliminasi TBC, sekaligus memperkuat pemantauan status gizi masyarakat secara menyeluruh. Dengan menjangkau 27 lokus se-Kota Bima, program ini diharapkan dapat meningkatkan angka penemuan kasus TBC secara dini. [nzb]