Data Valid, Intervensi Tepat: Kota Bima Perkuat Upaya Penurunan AKI, AKB, dan Stunting
Kota Bima — Dinas Kesehatan Kota Bima melalui Bidang Kesehatan Masyarakat, Tim Kerja Kesehatan Ibu dan Anak, melaksanakan Pertemuan Evaluasi dan Validasi Data Capaian Indikator Kesehatan Ibu dan Anak Tingkat Kota Bima Tahun 2026, Rabu, 22 Juli 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima, Ahmad, S.Sos., M.Kes., Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Abdul Rafik, SKM., M.H., Ketua TP PKK Kota Bima Hj. Barah Ekawati, S.Tr.Keb., SE., serta para bidan, perwakilan rumah sakit daerah dan rumah sakit swasta, dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI).
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian sekaligus memastikan data kesehatan ibu dan anak yang tersedia benar-benar akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data tersebut menjadi dasar penting dalam penyusunan perencanaan, penentuan kebijakan, serta pelaksanaan intervensi kesehatan di tingkat Kota Bima.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima, Ahmad, S.Sos., M.Kes., menekankan bahwa data yang valid merupakan fondasi utama dalam menentukan arah kebijakan kesehatan. Menurutnya, upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan stunting tidak dapat dilakukan hanya melalui satu program atau satu institusi.
“Kita perlu memastikan bahwa data yang kita gunakan benar-benar valid dan menggambarkan kondisi di lapangan. Dengan data yang akurat, kita dapat menentukan intervensi yang lebih tepat sasaran. Penurunan AKI, AKB, dan stunting membutuhkan kolaborasi yang kuat antara Dinas Kesehatan, TP PKK, bidan, rumah sakit, organisasi profesi, serta seluruh unsur terkait,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Bima, Hj. Barah Ekawati, S.Tr.Keb., SE., menegaskan pentingnya peran TP PKK dalam mendukung penguatan kesehatan ibu dan anak berbasis keluarga dan masyarakat.
“TP PKK memiliki kader yang berada dekat dengan masyarakat. Karena itu, kami siap mendukung penguatan pendataan dan pemantauan kesehatan ibu dan anak di tingkat keluarga. Data yang akurat akan membantu kita mengetahui kondisi masyarakat secara lebih nyata, sehingga edukasi dan pendampingan dapat dilakukan dengan lebih tepat,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara TP PKK, Dinas Kesehatan, bidan, kader, dan seluruh unsur terkait menjadi kekuatan penting dalam mendorong peningkatan kesehatan ibu dan anak.
“Upaya menurunkan AKI, AKB, dan stunting harus dilakukan bersama. Tidak hanya melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga melalui penguatan peran keluarga, kader, dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik, kita berharap setiap ibu dan anak mendapatkan perhatian dan pendampingan yang dibutuhkan,” tambahnya.
Pertemuan ini juga memperkuat sinergi antara TP PKK dan bidan Puskesmas dalam penguatan data berbasis komunitas. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pemantauan kondisi kesehatan ibu dan anak secara lebih dekat di tengah masyarakat.
Melalui evaluasi, validasi data, dan penguatan koordinasi lintas sektor, Dinas Kesehatan Kota Bima terus mendorong terwujudnya sistem informasi kesehatan ibu dan anak yang lebih akurat, terintegrasi, dan dapat menjadi dasar dalam mempercepat pelaksanaan intervensi kesehatan.[IMH]