Cegah Sejak Dini, Dikes Kota Bima Pantau Kesehatan Jemaah Haji Pascahaji untuk Waspadai MERS dan Ebola
Kota Bima — Dinas Kesehatan Kota Bima melalui Program Surveilans Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Penyehatan Lingkungan (P3PL) melaksanakan pemantauan kesehatan jemaah haji pascahaji, Rabu, 22 Juli 2026.
Kegiatan dilakukan melalui kunjungan rumah kepada salah satu jemaah haji di Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Pemantauan ini merupakan bagian dari upaya kewaspadaan terhadap penyakit potensial Kejadian Luar Biasa (KLB), khususnya Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Ebola.
Petugas melakukan wawancara dan pemantauan kondisi kesehatan jemaah, sekaligus memberikan edukasi mengenai gejala penyakit yang perlu diwaspadai serta pentingnya segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan.
Pemantauan kesehatan pascahaji menjadi langkah penting mengingat jemaah haji melakukan perjalanan dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai negara. Kondisi tersebut membutuhkan kewaspadaan bersama terhadap potensi penyakit menular.
Jemaah haji diimbau untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan setelah kepulangan. Apabila dalam waktu 14 hari setelah kembali mengalami gejala seperti demam, batuk, sesak napas, diare, muntah, atau keluhan kesehatan lainnya, jemaah diharapkan segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat serta menyampaikan riwayat perjalanan haji kepada petugas kesehatan.
Melalui pemantauan dan deteksi dini, Dinas Kesehatan Kota Bima terus berupaya mencegah penyebaran penyakit menular sekaligus memastikan kesehatan jemaah haji tetap terpantau setelah kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.