Perkuat Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak, Dinas Kesehatan Kota Bima Hadirkan Pendampingan Tim Ahli Spesialis Anak dan Kandungan
Kota Bima — Dinas Kesehatan Kota Bima melalui Bidang Kesehatan Masyarakat melaksanakan kegiatan Pendampingan Tim Ahli, yang terdiri dari dokter Spesialis Anak (SpA) dan dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (SpOG), ke Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) lainnya, Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini berfokus pada penguatan pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), penanganan kegawatdaruratan, serta sistem rujukan maternal dan neonatal.
Kegiatan yang dilakukan di Puskesmas Paruga ini merupakan bentuk pendampingan teknis dari tenaga ahli spesialistik kepada tenaga kesehatan di tingkat FKTP, dengan tujuan meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan petugas dalam menangani kasus-kasus kegawatdaruratan ibu dan anak. Selain pendampingan, kegiatan ini juga menyertakan On the Job Training (OJT) penanganan kasus kegawatdaruratan ibu dan anak dari FKTP ke rumah sakit, sehingga alur rujukan dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan baik.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bima, Abdul Rafik, SKM., MH, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di tingkat primer.
"Pendampingan oleh tim ahli SpA dan SpOG ini sangat penting untuk memastikan petugas di puskesmas dan FKTP memiliki kemampuan yang memadai dalam mendeteksi dini serta menangani kasus kegawatdaruratan ibu dan anak. Kami ingin setiap tenaga kesehatan di garis depan mampu mengambil keputusan klinis yang cepat dan tepat sebelum kasus dirujuk ke rumah sakit," ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan sistem rujukan maternal dan neonatal menjadi perhatian khusus mengingat kecepatan dan ketepatan proses rujukan sangat menentukan keselamatan ibu dan bayi.
"Melalui OJT ini, kami berharap terbangun kesinambungan penanganan yang baik antara FKTP dan rumah sakit rujukan, sehingga setiap kasus kegawatdaruratan ibu dan anak dapat tertangani secara optimal. Ini juga menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus menekan angka kematian ibu dan bayi di Kota Bima," tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, Tim Ahli memberikan bimbingan langsung kepada tenaga kesehatan Puskesmas Paruga dan FKTP lainnya terkait deteksi dini risiko pada ibu hamil dan bayi baru lahir, tata laksana kegawatdaruratan maternal dan neonatal, serta prosedur rujukan yang sesuai standar. Pendampingan ini turut mencakup simulasi penanganan kasus, sehingga tenaga kesehatan di lapangan memiliki gambaran nyata dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan sesungguhnya.
Kegiatan pendampingan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Dinas Kesehatan Kota Bima dalam menekan angka kematian ibu dan bayi di wilayah Kota Bima, sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program prioritas nasional di bidang kesehatan ibu dan anak. Dengan sinergi antara tenaga ahli spesialistik dan tenaga kesehatan di tingkat primer, diharapkan pelayanan KIA di Kota Bima semakin berkualitas, responsif, dan mampu memberikan penanganan terbaik bagi masyarakat.