Pastikan Rantai Dingin Vaksin Terjaga, Kemenkes dan Dinkes NTB Monev Pengelolaan Vaksin di Kota Bima

Rabu (29/7/2026) — Dinas Kesehatan Kota Bima melalui Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) dan Sumber Daya Kesehatan (SDK) menerima kunjungan monitoring dan evaluasi (monev) terkait pengelolaan dan ketersediaan vaksin. Kegiatan ini dilaksanakan langsung oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Imunisasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2PL) Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kegiatan monev ini bertujuan untuk memastikan pengelolaan vaksin di Kota Bima berjalan sesuai standar, mulai dari sistem penyimpanan, manajemen rantai dingin (cold chain), hingga ketersediaan stok vaksin untuk mendukung program imunisasi di tingkat daerah. Kehadiran langsung tim dari Kemenkes RI menunjukkan perhatian serius pemerintah pusat terhadap keberlangsungan program imunisasi nasional hingga ke tingkat kabupaten/kota.

Dalam kunjungan tersebut, tim dari Kemenkes RI dan Dinkes Provinsi NTB melakukan peninjauan langsung terhadap fasilitas penyimpanan vaksin di Kota Bima, termasuk pengecekan suhu penyimpanan, ketersediaan alat pemantau suhu, serta kesesuaian data stok vaksin dengan kondisi riil di lapangan. Selain itu, tim juga melakukan diskusi dan evaluasi bersama petugas pengelola vaksin Dinas Kesehatan Kota Bima terkait kendala yang dihadapi di lapangan serta upaya perbaikan yang perlu dilakukan.

Kegiatan monev ini menjadi bagian penting dalam menjaga mutu dan keamanan vaksin yang akan digunakan dalam pelayanan imunisasi kepada masyarakat, mengingat pengelolaan vaksin yang tidak sesuai standar dapat memengaruhi efektivitas vaksin itu sendiri. Melalui evaluasi langsung ini, diharapkan pengelolaan vaksin di Kota Bima semakin optimal dan sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

Dinas Kesehatan Kota Bima menyambut baik kunjungan monev ini sebagai bentuk pembinaan sekaligus evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan program imunisasi, sehingga masyarakat Kota Bima dapat memperoleh layanan vaksinasi yang aman, bermutu, dan tepat sasaran. [nzb]